Program Pemuda Berprestasi: Sebuah Embrio Perubahan

“Student, of course, they are the leaders of tomorrow”

Kofi Annan, Sekjen PBB ke-7

Inikah jawaban yang ditunggu?

Pagi itu, menyusuri jalan dekat rumah, entah saya tidak ingat tujuan saya ketika itu ingin ke mana, tiba-tiba terlintas di benak saya untuk membuat sebuah program beasiswa. Mungkin, itu adalah jawaban yang Allah berikan terkait pertanyaan-pertanyaan yang berkumpul dalam benak saya tentang solusi terbaik apa yang bisa menjawab kemunduran pembinaan pelajar tingkat SMA di Jakarta. Program Beasiswa. Ya, program beasiswa, kenapa tidak?

Ide ini kemudian saya utarakan kepada beberapa teman yang saya ingin jadikan anggota tim untuk menggarap program ini. Seorang yang menangani bagian keuangan. Seorang yang menangani bagian administrasi dan humas. Dan dua orang yang menangani bidang program. Jujur saja, dalam mematangkan konsep awal program ini, selain mendapat feedback dari mereka, saya juga banyak mengambil referensi dari program beasiswa pembinaan tingkat mahasiswa yang pernah saya ikuti. PPSDMS Nurul Fikri namanya.

Dengan benchmarking kepada PPSDMS Nurul Fikri tersebut, tentunya dengan beberapa penyesuaian dengan konteks SMA, proses persalinan PPB pun kami siapkan. Konsep dasar program ini adalah beasiswa pembinaan yang mengedepankan keseimbangan antara IPTEK dan IMTAQ. Memangnya selama ini pendidikan yang diperoleh di SMA tidak seimbang? Ya, menurut saya jelas tidak seimbang. Meskipun sekolah negeri, bentuk pendidikan yang diberikan tetap harus memperhatikan dua aspek ini. Jika tidak, jelas bisa pincang. Tanpa IPTEK, seseorang tidak akan pernah maju. Di sisi lain, tanpa IMTAQ, orang pintar bisa jadi keblinger. Sederhana pikiran saya.

Power Rangers

Dalam memilih anggota tim ini, saya harus berpikir matang karena saya yakin untuk melahirkan dan membesarkan program ini dibutuhkan orang-orang yang sudah teruji, baik secara kompetensi maupun komitmen, dan sama-sama mempunyai mimpi dan passion yang sama. Akhirnya, terpilih lah 4 orang rangers – sebutan sayang saya kepada mereka. Ada Ana, Nia, Irvan, dan Risma. Empat rekan satu SMA yang saya sangat percaya, dan bisa diandalkan.

Inilah mereka.

Di tengah perjalanan, sekitar bulan September, kami kedatangan ranger baru, Fauzan namanya. Fauzan ini menggantikan fungsi dari Irvan yang memutuskan untuk temporary resign.

Nama dan Logo

Sebagaimana layaknya seorang anak yang akan lahir, kami pun harus mempersiapkan nama dan logo terbaik untuk program ini. Ya, nama adalah doa yang menggambarkan mimpi dan harapan. Dari beberapa usulan nama, akhirnya saya dan teman-teman sepakat untuk memilih Program Pemuda Berprestasi (PPB) sebagai nama program ini – nama ini usulan Ana lho. Terima kasih Ana.. ^ ^

Untuk logo, saya meminta bantuan teman saya – Siti Mardhiyah – untuk merancang logo yang sesuai. Dan akhirnya…

Terima kasih Didi.. ^ ^

 

 

Filosofi logo:

  • Sosok orang yang sedang berlari menggambarkan tujuan program ini yaitu melahirkan para generasi muda yang berprestasi dan strategis. Berjuang menggapai mimpi.
  • Warna merah menjelaskan bahwa setiap perjuangan menggapai mimpi harus disertai semangat yang membara dan penuh kepercayaan diri layaknya api.
  • Lima bintang emas menggambarkan kecemerlangan (excellence), tidak hanya dalam satu aspek saja, tetapi melingkupi seluruh aspek kehidupan.
  • Bola dunia dan wilayah kepulauan Indonesia serta warna hijau yang mengelilinginya menggambarkan jangkauan kebermanfaatan, bahwa generasi muda diharapkan mampu memberikan kebermanfaatan – membumi dan mengakar – bagi Indonesia dan dunia.

Saatnya beraksi

Dengan bekerja sama dengan SMAN 81 Jakarta yang kami jadikan sebagai pilot project program ini, akhirnya program ini pun diluncurkan, bertepatan dengan Buka Puasa Akbar Alumni SMAN 81 Jakarta pada tanggal 13 Agustus hampir satu tahun silam dengan menghadirkan para orang tua dari 9 orang peserta yang sudah kami seleksi sebelumnya. Ya, peserta program ini adalah siswa-siswi kelas X yang memiliki nilai akademik yang baik, serta visi, misi, dan rencana hidup yang clear, diprioritaskan bagi yang membutuhkan bantuan finansial, serta berkomitmen untuk mengikuti pembinaan selama enam bulan pertama sebagai masa uji coba (Agustus-Desember 2011).

Mengapa kelas X? Pikir kami, mereka cenderung lebih bersih layaknya kaset kosong, belum terkontaminasi budaya SMA yang buruk, dan relatif lebih mudah dibentuk dan diarahkan. Dengan enam program awalan antara lain beasiswa, bimbingan belajar, mentoring, Center of Excellence, intensive coaching, dan fun gathering, kami mengharapkan para peserta menjadi semangat untuk berprestasi.

Dalam menjalankan program ini, kami jelas tidak sendirian. Kerja sama antar stakeholder: pengurus, peserta, orang tua peserta, pengajar, mentor, pihak sekolah, dan donatur, menjadi sangat penting. Yang saya sebut terakhir ini menjadi elemen sangat vital keberlangsungan PPB di enam bulan pertamanya. Ya, perlu diketahui bahwa sumber pendanaan hanya berasal dari jiwa sosial para alumni SMAN 81 Jakarta. Selama enam bulan ini, kami gencar mempromosikan program ini ke teman-teman kami, sesama alumni. Selama enam bulan ini pula kami harus ngos-ngosan berjuang mencari dana. Sempat beberapa kali melewati batas waktu pembayaran SPP, tapi syukur alhamdulillah pihak sekolah masih bertoleransi. Yang jelas, jika bukan karena pertolongan Allah melalui berbagai cara-Nya, program ini tidak akan bertahan. Jazakalloh khoiron katsiiron. Semoga Allah membalas kebaikan para alumni sekalian.

Alhamdulillah, selama enam bulan ini, Program Pemuda Berprestasi sudah mempunyai website sendiri. www.programpemudaberprestasi.org Terima kasih Fitri.. ^ ^

Enam bulan berjalan, alhamdulillah, bayi mungil yang bernama Program Pemuda Berprestasi ini berhasil survive. Karena pertolongan Allah, alhamdulillah bayi ini sehat wal afiat, tidak kekurangan gizi dan nutrisi. Terima kasih kepada para pengurus yang telah memberikan the utmost care-nya di sela-sela kesibukannya yang lain. Terima kasih.

Enam bulan tersebut jelas memberikan banyak pelajaran. Seperti kata Rasulullah SAW, bahwa orang yang masa kininya lebih buruk dari masa lalunya, ia adalah orang yang celaka; orang yang masa kininya sama dengan masa lalunya, ia adalah orang yang merugi; dan orang yang masa kininya lebih baik dari masa lalunya, ia adalah orang yang beruntung. Tentunya, kami ingin sekali digolongkan dalam golongan orang-orang yang beruntung. Nantikan inovasi-inovasi kami di Program Pemuda Berprestasi 2012!

“It’s better to light a candle than curse the darkness”

Pepatah Cina

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Ai a Cha

tutur kata & inspirasi

A Different Side of Me

not for pride, not for recognition, just for satisfaction

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

PradanaNusantara

writing is an art of giving

r.a. putra

selamat datang :)

chornie's blue

Make It Fun and Enjoy Your Life .... ^0^

difiya's life

be an inspiring teacher for better future

%d blogger menyukai ini: