Ustadz Abdul Somad

Pertama kali saya melihat ceramah beliau itu di timeline facebook pada tahun 2016, itupun karena ada seorang teman membagi link dengan caption yang menarik rasa ingin tahu. Saya buka link-nya, dan saya simak. Isi ceramahnya seputar perbandingan pendapat 4 imam mazhab dan dinamikanya di Indonesia. Tidak hanya mengutip banyak teks rujukan, dari ayat Al Quran, hadits Nabi SAW, perkataan sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan ulama-ulama kontemporer, beliau juga menyebutkan nama, sanad, dan tahun kelahiran dan kematian ulama yang dijadikan rujukan. Dari ceramah yang disampaikan, poin pentingnya adalah menghormati perbedaan mazhab. Wah boleh juga nih Ustadz..

Sebenarnya, Ustadz dengan kualifikasi kepakaran seperti Ustadz Abdul Somad cukup banyak. Namun, tidak banyak Ustadz yang menekankan pentingnya saling menghormati dan tidak menyalahkan pendapat satu sama lain, selama berada di ranah khilafiah dan tidak melanggar batas akidah. Ustadz dengan kualifikasi seperti ini yang dibutuhkan umat Islam saat ini, termasuk di Indonesia.

Ketika KH. Ali Mustafa Ya’qub, mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, wafat pada tahun 2016, dan KH. Hasyim Muzadi, mantan Ketua PB Nahdlatul Ulama, wafat pada tahun 2017, saya sempat khawatir Indonesia akan kekurangan ulama yang memiliki kepakaran dan mengajarkan prinsip saling menghormati. Namun, alhamdulillah, sepertinya saya tidak perlu terlalu khawatir. Kehadiran Ustadz Abdul Somad semakin memperkuat barisan Ustadz-Ustadzah yang ada saat ini dalam mengajarkan pemahaman Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yang mampu membentengi umat dari pengaruh radikalisme dan liberalisme.

Merupakan sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi saya untuk dapat menyaksikan langsung ceramah beliau di Canberra. Ternyata kesan kesederhanaan yang saya tangkap di media sosial itu nyata. Ketika saya sedang melepas sepatu untuk masuk ke dalam masjid, dengan mengenakan baju koko putih dan celana bahan beliau yang berada di belakang saya tidak sungkan untuk mengucapkan salam seraya tersenyum dan menyalami tangan saya. Saat sedang berada dalam jamuan makan pun, beliau hanya berbicara ketika ada yang mengajaknya berbicara, selebihnya beliau hanya tersenyum. Benar-benar seorang ‘alim, pikir saya.

Tetap istiqomah dalam kesederhanaan wahai Datuk Seri Ulama Setia Negara, Ustadz Abdul Somad.. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada Ustadz dari segala mara bahaya dan fitnah..

Canberra, 20 hari menjelang Ramadhan

DSC02787

Ustadz Abdul Somad, @ANU, 25 April 2018

PS

Link ceramah Ustadz Abdul Somad selama Safari Dakwah di Canberra, Australia:

Kajian Islam di Canberra Islamic Center, 24 April 2018

Kajian Subuh di Mushala ANU Muslim Association, 25 April 2018

Kajian Islam di Canberra Islamic Center, 25 April 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Ai a Cha

tutur kata & inspirasi

A Different Side of Me

not for pride, not for recognition, just for satisfaction

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

PradanaNusantara

writing is an art of giving

r.a. putra

selamat datang :)

chornie's blue

Make It Fun and Enjoy Your Life .... ^0^

difiya's life

be an inspiring teacher for better future

%d blogger menyukai ini: